Minggu, 19 Januari 2014

Masih Tentang Perasaan Kami, Laki-laki..

Part II

Bagi kami, kalian tetap yang tercantik! Ketika kalian bertanya mengenai berat badan kalian yang naik? atau baju kalian yang mulai tidak cukup?
Maka dalam hati kami tertawa, namun yang keluar dari mulut kami hanya senyuman..
kami akan berkata tidak, bukan untuk membohongi kalian, tapi karena di mata kami kalian tetap paling indah!! karena kami sebenarnya tidak mencari malaikat yang tanpa cela, atau bidadari yang paling cantik sedunia, kami mempunyai peri kecil yang selalu ada di samping kami. Ya! itu adalah kalian.. mengertilah, sungguh, itu hanya karena kalian..

Ketika kalian berkata baik-baik saja, maka kami akan tersenyum dan berkata, "ok, kalo ada apa-apa bilang ya".

Karena kami tidak ingin memaksa kalian mengatakan sesuatu yang tidak ingin kalian katakan pada kami, dan tanpa kalian minta kami akan bertanya pada sahabat kalian apakah kalian benar-benar baik-baik saja? Jika sahabat kalian tidak mau menceritakannya maka kami tidak akan mencari tahu lagi.

Karena kami berharap kalian cukup mempercayai kami untuk menceritakan semuanya.. bukan karena kami memaksa kalian, sungguh, itu semua hanya karena kalian..

Dan ketika kalian membutuhkan kami, yakinlah bahwa kami akan selalu ada untuk kalian. Ketika kalian mengatakan "tidak usah" pun, kami akan selalu ada di samping kalian. Karena kalian adalah orang yang kami sayangi, percayalah..!! Sungguh, semua ini hanya karena kalian..

Jika kami sudah memilih kalian, maka yakinlah, kalian adalah peri kecil kami, setidaknya itu yang kami pikirkan saat itu..

Ketika kalian (mungkin tanpa kalian sadari) menyakiti hati kami dan meninggalkan kami, kami mungkin akan marah.
Tapi itu hanya sesaat, dan yang kalian harus tahu, ketika kami benar-benar memilih kalian untuk menemani kami, maka walaupun hubungan itu berakhir, separuh ruangan hati kami sudah kalian tulis menjadi ruangan kalian, maka ketika kami mempunyai kekasih yang lain, mereka hanya akan mengisi ruang di sisi yang lain, datang dan pergi di sisi itu.

Ruangan kalian akan tetap kosong untuk kalian, ketika kalian kembali untuk kami.

Tapi tolong, jangan khianati kami dengan laki-laki lain! karena itu akan sangat menyakitkan untuk kami! Dan maaf, kami mungkin.. akan meninggalkan kalian selamanya.


Sabtu, 18 Januari 2014

Ini tentang perasaan kami, Para Laki-laki..!!

Kami tahu, kalian para wanita sungguh sebenarnya menghargai usaha yang kami lakukan dan yang kalian harus tahu, kami selalu bersunguh-sungguh untuk orang yang kami sayangi ! Hanya saja kami butuh kalian tersenyum ketika kami merasa lelah, hampir putus asa, dan sungguh kami akan kembali mengerjakan itu untuk kalian. Semua hanya untuk kalian..!!

 Dan ya! kami pun tahu, bahwa ketika kalian hanya diam dan memperlihatkan bahwa kalian bosan, kalian ingin kami tetap sabar. Tapi kami tidak mau terlihat tidak bisa mengerti kalian dengan mengajukan pertanyaan "jadi maunya gimana?" Kami akan diam sesaat, dan berpikir apa yang bisa membuat senyum kalian kembali lagi? karena senyum kalian yang menghidupkan hidup kami. Sungguh ! semua hanya karena kalian.

 Kami sebenarnya pun tahu, bahwa kalian senang jika kami menulis kata romantis seperti di film2 korea yang kalian tonton. Kalian berangan-angan bahwa hal yang terjadi di film terjadi dalam kehidupan kalian..(*ya kan?).. tapi justru karena kalian sering mengangan-angankan hal itu, kami tidak melakukan itu untuk kalian, kami berpikir keras, memutar otak menyiapkan kejutan yang bahkan tidak terpikir di angan-angan kalian, untuk melihat kalian tersenyum, sungguh ! semua hanya karena kalian..

 Kami pun tahu, kalian menerima kami di samping kalian bukan semata-mata kami tampan. Ketika kalian mengidolakan seseorang yang tampan maka kami akan memasang tampang tidak peduli, dan mencoba mengalihkan pembicaraan, bukan kami tidak peduli, sebenarnya kami cukup muak dengan cara kalian menyanjung lelaki yang bahkan mengenal kalian saja tidak!
Tapi kami harus menjadi pemimpin yang baik untuk kalian dan menjadikan kami bersikap lebih bijaksana di depan kalian. Sungguh ! semua itu hanya karena kalian..

 Kami cukup mengerti bahwa kalian menghargai setiap usaha yangg kami lakukan untuk membantu kalian mengerjakan tugas kalian, ketika kalian mengatakan dalam kesulitan, sungguh kami akan berusaha sebisa kami untuk membantu kalian. 

Dan ketika kami datang ke rumah kalian dengan makanan, tanpa tugas yang kalian butuhkan, artinya kami tidak mendapat apa yang kalian cari dan apa yang ada di pikiran kami saat itu hanyalah bahwa usaha terakhir yang dapat kami lakukan hanya menemani kalian! hingga tugas itu selesai, meyakinkan bahwa kalian tidak lupa untuk mengisi perut kalian, kami sungguh khawatir pada kesehatan kalian.. sungguh, semua itu hanya karena kalian..

 Kami tahu, kalian kesal ketika kami mengacucuhkan kalian hanya untuk bermain game bersama teman-teman kami, tapi ketika itu, ketika ada sedikit waktu, kami mencari handphone kami dan menanyakan kabar kalian karena kami ingin mengetahui kabar kalian,, dan tahukah kalian??
Sebelum kami bermain game itu, kami membicarakan pasangan kami masing-masing, membanggakan bahwa kami memiliki pasangan terbaik di dunia!
Atau membicarakan masalah-masalah yang timbul pada hubungan kami, dan masing-masing akan memberikan sarannya untuk menyelesaikan masalah kita.. itu kami lakukan hanya karena kami ingin mendengarkan pendapat orang yang dekat dengan kami mengenai keputusan yang akan kami buat.

Kadang memang kami mematikan handphone kami, namun ketika kami mengetahui kalian menelepon, atau membaca sms dari kalian, maka kami akan meletakan game itu dan berlari ke pojok kamar menelpon kalian, tidak peduli teman-teman kami bersorak-sorak menggoda kami.. sungguh, semua itu hanya karena kalian..

Kami pun sadar, kami bukan bayi yang harus kalian ingatkan untuk sembahyang atau makan. Kadang kami akan bersikap tidak peduli. Namun ketika kami membaca sms kalian atau mendengar suara kalian ketika mengingatkan kami untuk makan, maka pada saat itu kami selalu tersenyum dan berterima kasih (walaupun tidak kami ucapkan), dan ketika kami membalasa dengan kata-kata "iya, kamu juga ya..",
maka kami benar-benar tulus mengatakannya...
sungguh, semua itu hanya karena kalian..

Ketika kami acuh pada kalian, maka pada saat yang sama kami sedang menyiapkan kejutan untuk kalian dan ketika kami memberikan barang milik kami pada kalian waktu mengantarkan kalian hingga pintu dan pamit pada orang tua kalian, maka kalian harus tahu, bahwa barang itu adalah barang yang berharga untuk kami. (walaupun barang itu terlihat biasa untuk kalian) tolong tersenyumlah untuk kami, karena senyum itulah yang menghidupkan hidup kami! Sungguh, semua itu hanya karena kalian..

Dan ketika kalian bersedih, lalu kami melakukan hal-hal konyol, melontarkan lelucon-lelucon yang mungkin tidak lucu, maka sungguh kami tidak bermaksud memperkeruh suasana, kami ingin melihat kalian kembali tersenyum. Hanya itu ! dan ketika kalian melihat kami dengan pandangan tidak suka, maka ketika itu kami sungguh merasa bersalah, jalan terakhir yang akan kami lakukan adalah meminta maaf.. berharap itu dapat sedikit mengurangi beban kalian. Sungguh, semua itu hanya karena kalian..

Sejujurnya kami tidak menyukai pujaan hati kami menangis..

Sungguh itu membuat kami bingung setengah mati !  maka tolong jangan salahkan kami, ketika kami meminta kalian berhenti menangis. Namun kami pasti akan mendengarka apa yang kalian ucapkan dalam tangis kalian, dan percayalah.. kami akan tetap di samping kalian walaupun kalian menangis hingga tertidur di depan kami.

Dan tunggulah, maka kami akan menelpon kalian keesokan harianya untuk menanyakan kabar kalian atau datang ke rumah membawakan coklat untuk melihat senyum kalian lagi..
Sungguh, semua  hanya karena kalian..

Selasa, 11 Juni 2013

Aku, Mulutku, Tanganku dan Kakiku

Kebayang gak gmna keadan kita bila masa pertaggungjawaban itu sudah hadir di depan kita? Tiba-tiba mulut terkunci, nggak bisa ngomong secuil pun. Justru tangan kita yang ngomong, menceritakan segala perbuatan majikannya-ya kita ini-selama hidup di dunia, dan kemudian kaki memberi kesaksian pembenar atas kata-kata tangan itu.
Ngeri banget Bung.!!

Yang jelas, setiap kita pasti melewatinya, menempuhnya, teradili dengan seadil-adilnya untuk kemudian menerima putusan mutlak dan abadi, terbang ke Surga atau dihujamkan ke Neraka (na'udzubilah)!

Ya, keputusan pada hari itu lebih mutlak dari pada keputusannya Hakim di pengadilan negara kita_yang bisa dibolak-balikan dengan uang_

Bismillah..
OK, ayo kita mulai pembahasannya..

"Akan datang hari, mulut dikunci
kata, tak ada lagi.
Akan tiba masa, tak ada suara
dari mulut kita..
Berkata tangan kita
tentang apa yang dilakukannya,
Berkata kaki kita,
kemana ia melangkahnya,"


Jadi gini, gue tuh sering nanya sama kedua tangan gue_ "Broo,ketika waktu pertanggungjawaban dihadapanNya tiba, apa yang mau kalian laporin tentang gue?"
Ngeri banget pokonya! coba bayangin ketika kedua tangan kita melaporkan kepadaNya apa yang telah mereka lakuin. Kalo yang baik-baik sih gak masalah, lha klo yang jelek?_semisal mengambil hak orang, memukul orang, meraba yang gak seharusnya diraba, menyentuh yang bukan muhrim, pokonya yang dilarang  deh_, gimana coba? Belum lagi kesaksian itu diperkuat dengan laporan kedua kaki kita, telinga kita, hidung kita dan semua anggota tubuh kita, sedangkan mulut yang sering dipergunakan untuk membenarkan yang salah udah gak ada lagi fungsinya,-dikunci-. Mati kutu pokonya. Saat itu, tak ada lagi yang bisa kita lakuin untuk memperbaiki laporan "mereka". Alhamdullillah kalo laporannya baik, tapi kalo laporannya merah, harus siap deh dihujamkan ke rumahnya Iblis laknatulloh, neraka jahannam..!!! Na'udzubillah

Mari kita cermati dua kata dari firman Alloh mngenai hal ini. Dengan menyebut asmaMu yang maha pengasih lagi maha penyayang : tukalliimuna aidihim (berkata kepada Kami tangan mereka) dan kata tasyhadu arjuluhum (memberi keseksianlah kaki mereka).

Mengapa ya, Alloh tidak pakai kata padanan (cielah bahasa nya broo) yang sederhana saja jika sekedar ingin  menyatakan tangan berbicara? Misal, kata takallama atau tahadatsa.

Sejauh yang gue pahami dari pendapat para Ulama, ada unsur penekanan makna yang sangat kuat pada kata  tukallimuna dibanding kata takallama. Dengan kata tukallimuna, makna yang menyeruak adalah Kami jadikan, kondisikan, desain, tangan-tangan mereka menjadi bisa berbicara. Tetapi, jika sekedar pake kata takallama, penekanan makna Kami jadikan.. itu tidak terpenuhi. Begitu juga pada kata tasyhadu. Sampai disini, gue yakin banget Alloh tidak sekedar berkata-kata dalam ayat-Nya, tetapi menyematkan makna khusus yang dalem dan kuat.
Dan tentunya, masa pertanggungjawaban itu akan benar-benar ada..!!!

Ya Alloh, hanya padaMu kami beribadah, dan hanya ke padaMu kami mohon pertolongan.
Innaka 'alaa kulli syaiin qodiir :)




Perhitungan pada sistem konversi Masehi – Hijriah ini memungkinkan terjadi selisih H-1 atau H+1 dari tanggal seharusnya untuk tanggal Hijriyah